Langsung ke konten utama

Aksara dari Negeri Sakura : Hiragana

Keseluruhannya melambangkan suara yang muncul di Bahasa Jepang..

                Sesekali cobalah berpikir “aksara dari budaya daerah sendiri saja belum kau pahami, malah mempelajari aksara  yang berasal dari luar negrimu”. Mungkin pembelajaranmu bisa saja  terhenti disini jika kamu terlalu memikirkan hal itu. Sebenarnya itu hanyalah alasan dari para pembual agar ketidakmampuanya dalam memahami aksara asal Timur Jauh ini tidak terlihat sebagai masalah.

                Garis start pembelajaranmu tentang Bahasa Jepang dimulai dari titik ini. Pemahamanmu akan semakin dipermudah seiring bertambahnya sumber pembelajaran digital di internet. Tidak ada rumusan resmi untuk mengahafal, yang perlu kamu lakukan adalah melatihnya. Menulis dan membaca mungkin bisa menjadi saran terbaik disini.



Sering kali kata menyerah benar-benar menghampirimu. Asalkan kamu mengerti bagaimana mengucapkan apa yang ada dipikiranmu, kamu tidak perlu mengetahui bagaimana cara menulis ucapan-ucapan itu. Terkadang hal itu berhasil. Sering kali tidak. Orang Jepang lebih menyukai bahasa mereka sendiri yang menggunakan hiragana dibanding bahasa universal yang menggunakan alphabet.
Kamu tidak bisa menyalahkan mereka, mereka menjunjung tinggi bahasa mereka sendiri. Sekali-kali contoh sikap seperti itu. Dengan menjunjung tinggi urutan penulisan, mereka menciptakan sebuah aturan yang mengikat semua pelajar bahasa jepang. Berikut ini ada tabel yang bisa membantumu memecahka kebuntuanmu dalam mempelajari Hiragana


Dikutip dari Wikipedia, kata hiragana dapat diartikan “biasa” atau “simple” kana. Bukanlah alphabet, Hiragana merupakan sebuah suku kata, begitulah persamaan terdekatnya dalam Bahasa Indonesia. Penulisannya digunakan untuk menulis huruf yang berasal dari Jepang itu sendiri. Sebenarnya ada kanji untuk penulisannya. Tapi aku lebih suka menyarankanmu untuk melangkah disini terlebih dahulu.
Dikutip dari beberapa sumber, hiragana dulunya hanya ditulis oleh perempuan. Semoga kamu tidak heran jika menemukan istilah onna de atau tulisan wanita. Setelah akhirnya pada abad kesepuluh barulah aksara ini digunakan oleh semua kalangan secara luas. Sebelum abad kesepuluh para pria menulis menggunakan huruf kanji dan katakana
Hiragana kerap hadir menyambung huruf kanji seperti  高い yang berarti mahal. Hiragana juga digunakan untuk menuliskan partikel. Dan untuk pembelajaran setara JLPT N5 penulsian kanji masih diberikan bantuan dengan menaruh hiragana diatasnya, atau dikenal dengan istilah furigana. 



Komentar