Bukan lautan tapi
kolam susu...
Perlahan tapi pasti, Indonesia yang dulu merupakan tanah
yang gemah ripah loh jinawi kini
berubah menjadi pasar berskala besar bagi pebisnis internasional. Sebuah
Negara yang tidak lagi dimiliki oleh
warganya atau sepenuhnya dapat diatur oleh pemerintahan yang berdaulat
melainkan oleh sejumlah pihak swasta
asing raksasa yang menawarkan sarana dan prasarana.
Ya, pihak swasta raksasa seperti CIMB Niaga, PetroChina, Toyota, Air Asia, Unilever dan lain-lain. Merekalah berperan besar bagi
kehidupanmu, yang membuat mudah transfer uangmu, yang membuat bisnis rintisanmu
berkembang, yang memungkinkanmu melakukan perjalanan jangka panjang, dan bahkan
menjaga kebersihan tubuh dan pakaianmu.
Walau begitu, keemudahan itu tetaplah menjijikan. Kamu bisa
menjalankan keseharianmu dan bisnismu seperti sketsa perencanaanmu. Namun sayangnya
kamu tidak pernah tahu kehidupanmu yang dipermudah itu akan berjalan berapa
lama. Sejauh matamu memandang akan terlihat seperti ini:
Kemudahan yang kamu dapat seperti akun bank, pembelian bahan
bakar, kemudahan sarana dan prasarana transportasi, dan alat-alat kebersihanmu
ibarat gedung pencakar langit dan gedung semi permanen seperti dalam foto
tersebut.
Pernahkah kamu sadar bahwa produsen dari barang dan jasa
yang kamu gunakan dalam menjalani hidupmu memiliki peraturan sendiri? Pernahkah
kamu sadar jika kamu mengikuti aturan mereka? Pernahkah kamu sadar jika akan
datang suatu masa ketika aturan swasta itu menjadi mutlak? Apa yang akan kamu
lakukan? Melanggar aturannya? Kadang itu dapat dilakukan. Sering kali tidak.
Dan jika kamu kurang beruntung, kamu akan menemukan dirimu membayar lebih untuk
pelayanan yang memuaskan. Ya, itulah kehidupan Indonesia saat ini.
Apapun bentuknya. Tempat mu menyimpan uang, bensin yang kamu
beli, mobil dan sepeda motor yang kamu kendarai, sabun pembersih dan kehalusan
kulitmu. Sayangnya untuk segala kemudahaan itu, hasil keringat orang tua mu
atau bahkan keringatmu sendiri, harus kamu bayar, baik kamu sadari maupun
tidak, pada mereka para penyedia barang dan jasa.
Penyedia barang dan jasa mendapat keuntungan dari upayamu
untuk menjalankan hidupmu. Jika saja yang menjadi penyedia barang dan jasa mu
itu badan usaha dari negaramu sendiri, itu bukanlah masalah. Toh kamu ,
melakukan sesuatu untuk memperkaya negaramu. Tapi jika kamu membayar untuk
mereka yang datang dari tanah asing, dengan menawarkan kemudahan yang kamu
cari, bukankah tiga setengah abad pengalaman pahit dapat terulang kembali.
Terbukanya ASEAN Economic Community membawa peluang besar
bangsa asing masuk ke Indonesia, sebagai pasar internasional. Sebuah kesempatan
bagi para pengusaha untuk meraup untung dipasar internasional. Semua sedang
diupayakan pihak asing untuk menempatkan kios dagangannya di pasar terbesar
dengan tingkat konsumsi yang tinggi dan pembangunan yang sedang gencar
dikembangkan di Negara-negara berkembang, khususnya Indonesia.
Lalu apa solusinya? Harga diri bangsa.
Dengan adanya harga diri untuk mau memperkaya Negara mu
sendiri ketimbang pihak asing, kamu sudah memiliki harga diri bangsamu. Harga
diri untuk sebisa mungkin menghindari kemudahan yang ditawarkan para penjajah
imperialisme baru (neo imperialisme). Tapi pemimpin kita korupsi. Jasa yang
ditawarkan Negara juga lebih mahal. Dan bahkan mereka menguasai proyek-proyek
pembangunan negeri. Ya, bangsa mu memang terpuruk, tapi itu bukanlah alasan
untuk membenci negaramu. Karena kamulah harapan Ibu Pertiwi.
Dengan mempelajari bahasa dan budaya asing, dapat diyakini
memberikan harapan dan jaminan tentang pemahaman pola pikir bangsa asing.
Karena setiap bangsa pasti akan melakukan segala upaya untuk kelangsungan hidup
bangsa mereka sendiri. Dengan memahami pola pikir mereka, kamu dapat mengerti
alas an mereka menginginkan tanah surga ini.
Hal serupa sedang kami upayakan. Arti penting belajar bahasa
asing membuatmu dapat mengerti komunikasi mereka. Setelah memahami pola pikiran
dan komunikasi mereka, posisimu menjadi sedikit lebih diuntungkan. Kamu akan
lebih dimudahkan untuk terhindar dari tipu muslihat dan sketsa perencanaan
pihak mereka.
Semoga dengan begitu, bangsa mu yang telah lama dimanfaatkan
bangsa asing ini dapat terbebas dari bujuk rayu dan tawaran dari pihak asing.
Sebuah Negara yang diberi gelar tanah surga, dapat benar-benar mengalirkan
kolam susunya bagi seluruh tumpah darah Indonesia hingga sampai ke Merauke.



Komentar
Posting Komentar